UJI BAKTERI DAN JAMUR PADA MINUMAN ES BUAH YANG DIJUAL DI SEKITAR KELURAHAN HARJOSARI MEDAN DENGAN ANGKA LEMPENG TOTAL

Penulis

  • Fadilla Annur Salsabella Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan Author
    • Cut Fatimah Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan Author
      • Enny Fitriani Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indah Medan Author

        Kata Kunci:

        Minuman es buah, bakteri, Jamur (jamur/ragi), Angka Lempeng Total

        Abstrak

        Pembuatan/pengolahan es buah umumnya tanpa memasak atau memanaskan, proses pemotongan buah dan menggunakan air yang kurang higienis, sehingga tidak menutup kemungkinan bisa terkontaminasi bakteri atau jamur. Uji nomor plat total (ALT) dilakukan dengan mengencerkan sampel bergradasi menggunakan media Letheen Borth (LB), untuk uji bakteri pengenceran 10-1 hingga 10-6, dan uji jamur pengenceran 10-1 hingga 10-4. Sampel yang diencerkan dicampur dengan media pada suhu 45 ° C ± 10 ° C dan diinkubasi terbalik. ALT bakteri menggunakan media Plate Count Agar (PCA) diinkubasi pada suhu 35°C±20°C selama 24 jam dan ALT jamur menggunakan media Potato Dextro Agar (PDA) diinkubasi pada suhu 25°C±20°C selama 3×24 jam. Untuk kontrol, tes kosong dilakukan. Selanjutnya, amati dan hitung jumlah bakteri dan jamur yang tumbuh di setiap cangkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kontaminasi bakteri pada es minuman buah buatan sendiri, ada sampel yang tidak memenuhi persyaratan yaitu sampel 4 Garu II A 19×10-6, melebihi yang ditetapkan oleh BPOM dan SNI 19-2879-1992, peraturan pemerintah Indonesia dalam keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No.66/MenKes/SK/VII/1994 total nomor plat bakteri tidak lebih dari 10-6. dan sampel 9 Garu IV dari 12x10-5 sudah berada di ambang persyaratan. Kontaminasi jamur/ragi benar-benar di bawah jumlah yang diizinkan, tidak ada yang melebihi 10-4.

        Referensi

        Artana, M., & Suardana, K. (2022). Representasi pemberitaan kompas.com tentang destinasi wisata mandalika. Communicare : Journal of Communication Studies, 3(1), 31–40.

        Herawati, H. (2008). Penentuan umur simpan pada produk pangan. Jurnal Litbang Pertanian, 27(4), 124–130.

        Molita, A. (2017). Identifikasi Bakteri Escherichia coli pada minuman susu kedelai bermerek dan tidak bermerek di kota bandar lampung. Skripsi, 713–714.

        Nurcahya, I. R. (2022). Perencanaan Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kawasan Berbah, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. 1–10.

        Silangen, M. G., Tilaar, S., & Sembel, A. (2020). Pemetaan Masalah Penyediaan Air Minum di Perkotaan Tobelo Kabupaten Halmahera. Jurnal Spasial, 7(1), 70–81.

        Wahyuni, I. (2016). Aktivitas Antioksidan Hidrolisat Protein PRF (Protein Rich Flour) Koro Pedang (Canavalia ensiformis L.) Hasil Hidrolisis Menggunakan Protease Biduri (Calotropis gigantea). Skripsi, Jurusan Te(Fakultas Teknologi Pertanian), Universitas Jember.

        Diterbitkan

        2024-06-20

        Cara Mengutip

        UJI BAKTERI DAN JAMUR PADA MINUMAN ES BUAH YANG DIJUAL DI SEKITAR KELURAHAN HARJOSARI MEDAN DENGAN ANGKA LEMPENG TOTAL (F. A. Salsabella, C. Fatimah, & E. Fitriani, Penerj.). (2024). Journal of Pharmaceutical and Medicine, 1(1), 18-22. https://httpsejournalstikesindah.com/index.php/jopm/article/view/4

        Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

        Artikel Serupa

        Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.