EFEKTIVITAS KRIM DARI JUS BUBUR SALAK (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) SEBAGAI PELEMBAB KULIT
Kata Kunci:
Krim, pelembab, buah salak, esensi airAbstrak
Kulit kering merupakan masalah kulit yang bisa dialami oleh semua orang. Uji efektivitas sediaan krim dari jus daging buah ular (Salacca zalacca (Gaertn.) Voss) sebagai pelembab kulit dengan tujuan untuk mendapatkan pelembab kulit yang efektif dan ekonomis sesuai dengan persyaratan persiapan krim. Metode yang digunakan dalam penelitian tersebut merupakan metode eksperimental, yaitu dengan menguji efektivitas sediaan sebagai pelembab kulit dengan sediaan krim pada konsentrasi jus buah salak sebesar 10%, 20% dan 30%. Hasil pengujian efektivitas sediaan sebagai pelembab kulit menggunakan skin analyzer selama 8 minggu pada kulit punggung tangan responden menunjukkan bahwa sediaan krim dengan konsentrasi 30% merupakan formula terbaik dengan persentase peningkatan kadar air (kelembaban) dan penurunan kadar minyak tertinggi. Peningkatan kadar air sebesar 9,74 ± 0,62% pada minggu ke-2 dan 22,73 ± 1,44% pada minggu ke-8. Penurunan kandungan minyak sebesar 8,5 ± 2,95% pada minggu ke-2 dan 14,36 ± 2,55% pada minggu ke-8. Persiapan krim kulit pelembab yang mengandung jus buah ular memberikan efektivitas kelembaban yang baik pada kulit sukarelawan. Semakin tinggi konsentrasi jus salak dalam sediaan krim, semakin tinggi kandungan air (kelembaban) dan semakin rendah kandungan minyak yang diperoleh.
Referensi
Al Amin, NY., Naspiah, N., & Rusli, R. (2018). Proceeding of Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 8. Formulasi Sediaan Krim Anti Aging Berbahan Aktif Ekstrak Buah Libo (Ficus variegata, Blume). https://doi.org/10.25026/mpc.v8i1.337
Ansel, HC. (2015). Symposium (Ibrahim, F.) Pengantar Bentuk Sediaan Farmasi. Jakarta: (Original work published vol. E.28).
Ansori. (2015). Efektivitas Ketersediaan Pelembab Bahan Alam Dalam Mengatasi Kulit Kering. Paper Knowledge . Toward a Media History of Documents, 3(April), 49–58.
Butarbutar, M. E. T., & Chaerunisaa, A. Y. (2020). Peran Pelembab dalam Mengatasi Kondisi Kulit Kering. Majalah Farmasetika, 6(1). https://doi.org/10.24198/mfarmasetika.v6i1.28740
Haynes, A. (1997). Dibalik Wajah Cantik. Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia.
Purnamawati, S., Indrastuti, N., Danarti, R., & Saefudin, T. (2017). The role of moisturizers in addressing various kinds of dermatitis: A review. In Clinical Medicine and Research (Vol. 15, Issues 3–4). https://doi.org/10.3121/cmr.2017.1363
Scheinfeld, N. (2008). A brief review of Fitzpatrick’s Dermatology in General Medicine, 7th Edition. Dermatology Online Journal, 14(1). https://doi.org/10.5070/d371n5m4zc
Sulaksono, S., Fitrianingsih, S. P., & Yuniarni, U. (2015). Prosiding KNMSA. Karakterisasi simplisia dan ekstrak etanol buah salak (Salacca zalacca (Gaertner) Voss). (Original work published).
Tranggono, R. I. dan F. L. (2007). Buku Panduan Ilmu pengetahuan Kosmetik. In Buku pegangan ilmu pengetahuan kosmetik.
Voigt. R. (1994). Buku Pelajaran Teknologi Farmasi (Edisi V. Penerjemah : Soendari Noerono. Yogyakarta : Gajah Mada University Press.
