UJI EFEKTIVITAS KOMBUCHA BUAH TERONG BELANDA (Solanum betaceum Cav.) PADA PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS JANTAN (Mus musculus) GLUKOSA YANG DIINDUKSI
Kata Kunci:
Diabetes Mellitus, Kombucha, Terong Belanda, glukosa, One Way ANOVAAbstrak
Diabetes mellitus adalah penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas tingkat normal. Banyak perawatan tradisional yang digunakan, salah satunya adalah mengonsumsi kombucha tamarillo (Solanum betaceum Cav.) untuk menurunkan kadar glukosa darah. Kombucha adalah hasil fermentasi teh dan glukosa dengan kultur starter kombucha yang disebut SCOBY (Symbiotic Colon Of Bacteria and Yeast). Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh KBTB terhadap kadar glukosa darah tikus yang terbebani glukosa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan menggunakan 25 tikus dan dibagi menjadi lima kelompok. Kelompok I (perbandingan), kelompok II (kontrol pelarut), CMC 0,5%, kelompok III, IV, V (pengobatan) dosis KBTB 9 ml/kgBB, 18 ml/kgBB dan 36 ml/kgBB. Pemberian ke tikus secara oral dan kadar glukosa darah diukur. Kadar glukosa darah ditentukan pada awal, puasa, 15, 30, 45, 60, 75, 90, 105 dan 120 menit. Kadar glukosa darah untuk setiap kelompok dianalisis secara statistik menggunakan metode One Way ANOVA dan tes Post-Hoc Duncan menggunakan SPSS 25.0. Hasil tes statistik kadar glukosa darah antara kelompok glibenclamide dan KBTB menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dengan nilai α > 0,05. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa KBTB memiliki aktivitas menurunkan kadar glukosa darah pada tikus yang diinduksi oleh glukosa dengan dosis efektif 18 ml/kgBW.
Referensi
Asvita, S. M., & Berawi, K. N. (2016). Efektivitas Ekstrak Terong Belanda untuk Menurunkan Kadar Glukosa dan Kolesterol LDL Darah pada Pasien Obesitas. Majority, 5(1), 102–106.
Hasanah, U., Rusny., & Masri, M. (2015). Analisis Pertumbuhan Mencit (Mus musculus L.) ICR Dari Hasil Perkawinan Inbreeding dengan Pemberian Pakan AD1 dan AD2. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan teknologi, UIN Alauddin Makassar. Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan Dan Lingkungan, 2015, 140–145.
Indriyani, I., Busman, H., & Sutyarso, S. (2021). Penurunan Kualitas dan Kuantitas Spermatozoa Mencit (Mus musculus L.) Setelah Pemberian Ekstrak Rimpang Rumput Teki ( Cyperus rotundus L.). Al-Hayat: Journal of Biology and Applied Biology, 4(1), 85–95. https://doi.org/10.21580/ah.v4i1.6455
Kawatu, C., Bodhi, W., & Mongi, J. (2013). Uji Efek Ekstrak Etanol Daun Kucing-kucingan terhadap Kaar Gula Darah Tikus Putih Jantan Galur Wistar. Jurnal Ilmiah Farmasi UNSRAT, 2(01), 81–85. 117-2021-1-SM (1).pdf
Nasution, F., Andilala, A., & Siregar, H. A. (2021). FAKTOR RISIKO KEJADIAN DIABETES MELLITUS. Jurnal Ilmu Kesehatan, 9(2), 6.
Tresnawati, W., & Saputri, F. A. (2016). Review: Analisis Penentuan Glibenklamid Dalam Pharmaceutical Dosage Forms. Farmaka, 14(2), 232–244. https://doi.org/https://doi.org/10.24198/jf.v14i2.10840
