FORMULASI SEDIAAN MASKER CLAY EKSTRAK ETANOL DAUN MENGKUDU SEBAGAI ANTI JERAWAT DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI TERHADAP PROPIONIBACTERIUM ACNES
Kata Kunci:
Masker clay, Antijerawat, Ekstrak Etanol, Daun MengkuduAbstrak
Kulit merupakan bagian terluar yang menutupi seluruh tubuh manusia termasuk wajah. Kulit wajah paling sering terpapar oleh sinar matahari, polusi, dan radikal bebas. Akibatnya kulit wajah menjadi tidak sehat, sehingga timbul permasalahan kulit seperti, jerawat. Jerawat atau acne vulgaris merupakan penyakit kulit yang sering timbul serta dapat mengganggu para remaja solusi mengatasi jerawat yaitu dengan menggunakan masker wajah. masker clay sangat cocok digunakan untuk mengatasi kulit berjerawat, karena masker clay memiliki keuntungan seperti mampu melunakkan dan membersihkan sebum pada kulit wajah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu eksperimental yang dilakukan di laboratorium STIKes Indah Medan. Sampel yang digunakan formulasi blanko, formula 1 (10%), formula 2 (15%) dan formula 3 (20%) hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan masker clay ekstrak etanol daun mengkudu memenuhi syarat mutu fisik seperti uji homogenitas, organoleptis, iritasi, kesukaan, daya sebar, waktu mengering dan uji stabilitas. Metode uji antibakteri dilakukan dengan metode difusi sumuran dan hasil dari uji zona hambat pada formulasi 1 yaitu 16,4 mm, formulasi 2 yaitu 22,11 mm dan formulasi 3 yaitu 27,48mm. Ekstrak etanol daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) dapat di formulasikan kedalam sediaan masker clay untuk formulasi blanko menghasilkan warna putih tulang, formulasi 1 menghasilkan hijau muda, formulasi 2 menghasilkan warna hijau tua dan formulasi 3 menghasilkan warna hijau tua. Dari uji zona hambat dapat di lihat zona hambat yang terbaik dapat dilihat pada formulasi 3 yaitu : 22, 48 mm. Data yang diperoleh dianalisa menggunakan statistik dan standar deviasi.
Referensi
Hadi, I., Aulia, D., & Irawan, A. (2023). Formulasi dan evaluasi sediaan masker gel peel-off ekstrak aseton bekatul padi (Oryza sativa) kombinasi dengan minyak atsiri kulit jeruk Bali (Citrus maxima). Borobudur Pharmacy Review, 3(2), 51. https://doi.org/https://doi.org/10.31603/bphr.v3i2.9820
Maharani, A. (2021). Penyakit Kulit : Perawatan, Pencegahan, Pengobatan : Terapi untuk Penyakit, Macam Nutrisi untuk Kesehatan Kulit, Langkah Tepat dalam Menanggulangi Penyakit Kulit (Mona, Ed.). Pustaka Baru Press.
Manurung, B. L., Monica, E., & Rollando, R. (2023). FORMULASI DAN EVALUASI ANTIOKSIDAN DAUN KELOR MORINGA OLEIFER L DALAM SEDIAAN SERUM DENGAN METODE SENYAWA RADIKAL DPPH. Sainsbertek Jurnal Ilmiah Sains & Teknologi, 3(2), 66–77. https://doi.org/10.33479/sb.v3i2.233
Murtiningsih, S., Nani Nurbaeti, S., & Kusharyanti, I. (2014). EFEKTIVITAS GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK METANOL DAUN PACAR AIR (Impatiens balsamina L.) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis SECARA IN VITRO. J. Trop. Pharm. Chem, 2(4).
Pamungkas, A. S., Fauziah, F., & Samodra, G. (2024). Evaluasi Sifat Fisik Masker Clay Ekstrak Etanol Kulit Pisang Ambon (Musa paradisiaca (L.) Kunt. var. sapientum) Dengan Kaolin Dan Bentonit Sebagai Basis Masker. Pharmacy Genius, 3(3), 178–189. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v3i3.411
Prayogo, R. A., & Simamora, D. (2020). Uji Zona Hambat Kombinasi Ekstrak Bawang Putih (Allium sativum) dan Buah Mengkudu (Morinda citrifolia) terhadap Bakteri Escherichia coli. Jurnal Ilmiah Kedokteran Wijaya Kusuma, 9(1), 28. https://doi.org/10.30742/jikw.v9i1.700
Qonnayda, U., & Sutini, T. (2021). HUBUNGAN AKNE VULGARIS DENGAN CITRA TUBUH REMAJA DI DESA LONAM KABUPATEN SAMBAS KALIMANTAN BARAT. Indonesian Journal of Nursing Sciences and Practice, 4(1). https://doi.org/https://doi.org/10.24853/ijnsp.v4i1.41-48
Ramadhani, S., Meirista, I., & Putri Mariska, R. (2025). OPTIMASI GELLING AGENT PVA DAN HPMC MASKER PEEL-OFF EKSTRAK ETANOL 70% DAUN KETEPENG CINA (CASSIA ALATA L.) SEBAGAI SEDIAAN ANTI ACNE. PREPOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(1), 535–540. https://doi.org/https://doi.org/10.31004/prepotif.v9i1.38299
Rostamailis. (2005). Perawatan Badan, Kulit, dan Rambut. Rineka Cipta.
Simatupang, O. C., Abidjulu, J., & Siagian, K. V. (2017). Uji daya hambat ekstrak daun mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. E-GIGI, 5(1). https://doi.org/10.35790/eg.5.1.2017.14701
Wahdaningsih, S., Untari, K. E., & Fauziah, Y. (2014). Antibakteri Fraksi n-Heksana Kulit Hylocereus polyrhizus Terhadap Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Pharmaceutical Sciences and Research, 3.
Wahyudi, W. (2022). BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia), KANDUNGAN DAN EFEKTIVITASNYA SEBAGAI ANTIHIPERTENSI: LITERATURE REVIEW. Jurnal Penelitian Farmasi & Herbal, 4(2), 102–108. https://doi.org/10.36656/jpfh.v4i2.871
